Tidak
mudah menjadi seorang yang selalu optimistik dan menjalani hidup ceria
setiap detik. Diluaran sana terlalu banyak kerikil kehidupan yang setiap
saat bisa memporakpondakan keceriaan dan optimisme kita. Beberapa
diantaranya misalnya: bisa berupa pasangan hidup yang super ceriwis dan
tidak bersyukur atas anugrah rezeki Allah, atau teman dan tetangga yang
cemburu atas keberhasilan anda; kemacetan lalulintas, komitmen kerjasama
yang dicederai secara sepihak, berita-berita negatif dan ribuan jenis hambatan dan tantangan lainnya
Beruntung
kini kita telah menyadari bahwa sumber kebahagiaan itu terutama berasal
dari internal diri kita sendiri. Sedangkan sumber eksternal hanya
berfungsi sebagai pelengkap saja atau penyempurna dari kualitas kehahagiaan
kita. Ya, dalam menjalani hidup ditengah serba ketidakpastian dan
ketidakterukuran perubahan lingkungan yang serba cepat dan kompleks
sering kali membuat kita harus mengelus dada.
Inilah
tantangan orang bahagia agar mampu berselansar diatas gelombang
perubahan tersebut. Orang bahagia memilih untuk mengatasi masalah
ketimbang meratapinya. Orang bahagia tidak tergantung kepada faktor
eksternal dan lingkungannya, tetapi fokus pada pengembangan karakter
pribadi. Dengan mindset ini, Sukses
dalam hidupnya tidak hanya semata-mata berarti berada di tempat yang
tepat pada waktu yang tepat saja, tetapi juga berada di tempat yang
salah pada waktu yang salah tetapi tidak menyerah. Ia
menyadari bahwa kebesaran seringkali lahir dari bilik penderitaan dan
kepedihan dimana kemampuan untuk mempertahankan arah dan memaafkan
dipelajari.
"Super achiever
merespon rasa sakit secara berbeda dari orang kebanyakan. Mereka tidak
mencari jalan lari tetapi pelajaran" tegas Philip Baker. Lebih lanjut
tokoh ini mengatakan dengan
mengutip pendapat Robert Schuller, ”Masa sulit tidak bertahan selamanya
tetapi orang kuat bertahan selamanya”. (Philip Baker penulis buku
'Rahasia Super Achiever Menggali 15 Karakter Pribadi Super').
Pendapat
ini mengingatkan penulis dengan kisah –kisah para Nabi. Meski
sebahagian besar para nabi tidak dilahirkan di lingkungan yang beradab,
namun mereka tetap bahagia dan teguh memegang prinsip nilai, dan malah
tampil sebagai pembaharu. Ini patut jadi renungan serta pembelajaran
bagi kita. Manusia terbaik selalu optimis menjalani hidup karena
menyadari dirinya sebagai sebaik-baik mahluk dan wakil Tuhan untuk
mengubah dunia bagi kemakmuran manusia. "Kebahagiaan
bukanlah sebuah peristiwa dan bukan pula keinginan, tetapi kebahagiaan
adalah sesuatu yang bisa diciptakan di dalam diri" tegas Jim Rohn.
Dengan
landasan pemikiran diatas, tak ada sesungguhnya yang bisa merampas
kebahagiaan yang ditandai dengan spirit optimisme dan nevergive up tanpa
seijin diri kita. Bila demikian adanya, yuk terus bertekad untuk
bahagia setiap detik karena hanya orang bahagia yang layak mendapat
amanat sukses.
Doa tulus kami mengiringi langkah sukses dan bahagia saudaraku tercinta.
sumber:http://etosbisnistiadamerugi.blogspot.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar